Jumat, 09 Desember 2011

Part V


“Jangan Panggil Aku Zule’”

Hahaha baru lihat judulnya saja saya sudah ngakak setengah mati. Yap ini adalah kisah salah satu sahabat saya :Dzul:. Entah mengapa anak-anak STABILIZER  memanggilnya dengan sebutan Zule (kenal Zule’ kan? Parah banget kalo nggak kenal). Mungkin karena namanya yang jika diplesetkan memang kenanya di zule’ dan tingkah lakunya yang sedikit mirip dengan pemeran di OVJ ini, [sedikit informasi, dia juga sering menyanyikan lagu Susis punya Zule’ bersama teman saya Dhany sambil maen gitar, ketahuan banget ngefensnya!]. karena panggilan itu sudah merasuk dalam jiwa masing-masing raga –halah apaan sih-, jadi setiap kita panggil Dzul, manggilnya malah Zule’, dan responnya .... MUSIMAN pemirsa, yaa tauk musiman kan? Kadang ditanggapin kadang juga enggak, mungkin dia tanggapin kalo udah ngerasa risih kali ya dengan “nama”nya itu, hmm. Kadang juga jadi orang paling pasrah sedunia, dipanggil Zule’ malah okok aja, manusia aneh. Suatu hari, di sekolah saat (lagi-lagi) nggak ada guru masuk, [gila nih kelas STABIL, banyak banget guru (yang kayaknya) alergi masuk di kelas ini, soalnya nggak belajar terus] Ve memanggil Dzul dengan “nama”nya yang biasa, dan responnya apa? Tahukah Anda? [sebenarnya belum bisa dibilang marah sih, karena Dzul ini orangnya jarang marah, maskipun dimarah-marahin, dudul ya, atau sabar? Nggak tau lah] dia berkata –dengan sedikit penekanan dan teriakan-: “siapa dibilang Zule’ ... dipanggil sama Ve, Zuleee’ ... kau dimana?” Ve –tanpa merasa bersalah, senyam senyum tak berdosa- : ”kau, sapa lagi?”, dengan agak cuek Dzul menjawab: “namaku bukan Zule’ dan jangan panggil saya Zule’”. Ow ow ow ... kalimat yang cukup halus namun bermakna sangat menakutkan hiiiyyy .... (alah lebay).
Setelah itu Ve sudah jarang memanggil Dzul dengan sebutan Zule’ (karena sudah janji sama yang bersangkutan), yang masih sering hanyalah sebagian anak-anak STABILIZER yang juga tidak merasa bersalah. Tapi, bukan Ve namanya kalau belum kapok dengan ancaman, teguran apalagi hanya ucapan semata (dasar gila, bego itu namanya dudul). Tapi setelah sebutan itu berlangsung lama, akhirnya berangsur-angsur menghilang karena Dzul juga sudah jarang menanggapi dengan serius. Dan akhirnya sebutan itu memang hilang tak berbekas dan sampai saat ini sudah tidak ada lagi makhluk langka yang memanggil Dzul dengan sebutan Zule’ (tapi nggak tau deh kalau ada “bakat-bakat” terpendam).


0 komentar:

Posting Komentar

 
;