“Richi Kenapa Nangis???”
Entah dalam rangka apa si Richi bisa nangis bombay siang itu, (saya juga sudah agak lupa, maklum ni leptop kelamaan dieram). Dia tiba-tiba keluar kelas nangis, dan setelahnya entah apa yang dia lakukan saya juga kurang mengerti (yang jelas tidak sampai bunuh diri, karena sampai detik ini dia okokok aja). Seisi kelas sedikit geger dengan kejadian ini, ada yang pro dan kontra dengan peristiwa ini. Kamu bagaimanaa?? Pro atau kontraa? Ahh dudul. Pihak pro bisa memaklumi dengan “kemungkinan” masalah yang dialami oleh Richi, sedangkan yang kontra? Ngapain dong? Ya jelas nggak setuju lah [namanya juga kontra, oon], secara kan Richi ini cowok, iya juga sih hahah malah ketawa sendiri, gila!.
Tapi untung saja dia nggak ngidam apa-apa (emang dia hamil???au ah gelap). Nangisnya cepat kelar dan tidak perlu merisaukan banyak orang untuk mengatasinya. Waa selamat untuk dewa/dewi fortuna yang telah menyelamatkan reputasi kelas STABIL, prok prok prok ... [lagi-lagi nggak nyambung, parah]. Setelah Richi nangis –sampai saat ini saya masih lupa gara-gara apa Richi menangis, huft ingatan yang payah- suasana kembali tenang, sebenarnya bukan tenang tapi, kembali ricuh mengingat kericuhan terhenti karena si Richi menangis, :O jadi ceritanya balas dendam? Ooo. Mmm mungkin cukup sampai disini cerita mengenai Richi, soalnya selain saya sudah agak lupa dengan kronologinya, kejadiannya sudah cukup lama dan karena ini juga just free story.



0 komentar:
Posting Komentar