Tampilkan postingan dengan label stabil :*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stabil :*. Tampilkan semua postingan
Jumat, 09 Desember 2011 0 komentar

Laskar Pelangi :)

Saat memasuki sekolah kami, kalian pasti melihat sebuah bangunan yang kurang baik. Itu adalah bangunan terlama di sana dan tidak pernah mengalami perombakan. Bangunan itu adalah aula sekaligus ruang kelas kami, anak kelas X.1. SMA Negeri 1 Bulukumba.

Kelas X.1 kami adalah kelas bilingual tempat para siswa terpilih yang lulus dalam tes ujian bhs. Inggris. Itu adalah salah satu program disekolah kami untuk membuat sebuah kelas khusus untuk siswa berprestasi dan menempatkan mereka dalam satu kelas, yaitu kelas bilingual. Kelas bilingual ini adalah kelas yang menggunakan pengantar bhs. Inggris dalam proses belajar mengajarnya.Tentu sangat menyenangkan dan membanggakan karena kami semua bisa berhasil dalam tesnya. Tapi, saat kami diberitahu bahwa kelas kami adalah bangunan tua itu, ada terbersik sedikit rasa kecewa. 

Bangunan itu sangat rapuh, mungkin apabila terjadi sedikit gempa saja kelas kami itu akan ambruk.Jendelanya ditutupi dengan jaring besi, walaupun sekarang sudah banyak yang berkarat dan berlubang. Lantainya dilapisi semen yang sekarang juga sudah penuh dengan lubang sehingga hanya ditutupi dengan tanah. Dindingnya juga memiliki banyak lubang yang hanya ditutupi dengan papan atau tripleks seadanya. Palfonnya yang terbuat dari anyaman kayu juga banyak yang rusak dan berlubang.Selain itu, sangat banyak coret coretan yang tertulis didindingnya sehingga menambah kurang indahnya kelas kami. 
Ruangan kelas kami juga lumayan panas saat matahari terik dan bagi teman - temanku yang duduk dibelakang tidak dapat melihat tulisan dipapan tulis karena silaunya. Sedangkan saat hujan turun, kami harus menggeser bangku agar tidak terkena tetesan hujan yang lewat dari atapnya yang bocor. Kami juga terpaksa membuka sepatu dan kaus kaki karena di depan kelas kami sering tergenang air bila hujan turun dengan deras.

Sayang sekali karena untuk kelas unggulan hanya mendapatkan sebuah kelas yang kurang layak, yang justru akan membantu dalam proses belajar mengajar. Tapi, setelah sekian lama kami bersama di kelas,kami justru menikmatinya. Rasanya tetap nyaman dan menyenangkan, sama seperti kelas lainnya yang dilapisi lantai yang cantik. Kekurangan ruang kelas kami bahkan sama sekali tidak mengurangi semangat belajar kami, karena yang kami cari hanyalah sebuah ilmu untuk mewujudkan cita- cita kami semua. Sama halnya dengan siswa kelas laskar pelangi di Belitong, kami berpikir bahwa yang dibutuhkan untuk meraih cita - cita kami adalah tetap semangat dalam belajar untuk meraih mimpi tertinggi kami.

Semoga teman-temanku juga tetap semangat dalam meraih mimpinya. .    



0 komentar

The End

“Persatuan dan Kesatuan STABIL
Di tahun 2011 ini, saya berharap STABIL tetap solid, tetap menjunjung tinggi persahabatan dan persaudaraan, tetap mempunyai rasa kepedulian yang tinggi, dan kerja keras serta persaingan secara sehat dan tidak saling bermusuhan, miss-comunication dihilangkan, menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, saling menjaga sesama STABILIZER, dan yah begitulah. Saya berharap semua yang terbaik berpihak pada kelas STABIL, bagi yang keranjingan lop, moga langgeng, kami mendukungmu teman. Buat yang bersahabat baik [tapi pada intinya kita semua sahabat, dan sudah seperti keluarga dekat] moga tetap bertahan persahabatannya dan jangan sampai bubar hanya karena perbedaan, apapun itu.
Saya ingin “kita selamanya” tanpa dihalangi perbedaan sifat masing-masing. “i need you” friend, i love you, but i don’t heart you hehe, only kidding. Kita selalu kompak [itu yang diharapkan], pokoknya intinya itu jangan ada selisih paham diantara kita semua, jadikan kebersamaan, kenangan itu sebagai pelajaran yang berharga.
Dengan berakhirnya buku yang saya tulis ini, yang saya persembahkan untuk para anak-anak STABIL, silahkan kalian baca, awalnya saya mau memperbanyak copyan-nya, namun biaya tak mencukupi mengingat jumlah STABILIZER itu nggak sedikit dan jumlah halamannya juga nggak sedikit, jadi kalo mau diperbanyak silahkan, monggo, boleh-boleh saja, asal seizin penulisnya, yo. Tidak boleh diambil secara sepihak, moh dirusakin, karena ini butuh perjuangan mbak, mas, hiks.. hiks.. hiks..., maka saya mohon pamit yo, nggih. Mudah-mudahan saya masih diberi umur panjang untuk menulis dan berkisah tentang teman, sahabat, sodara, keluarga dekat saya ini yang sudah susah benget ini pisahnya. Dadaa...  ciao!!! J

0 komentar

Part VII


“SM*SH vs Bondan & Fade2Black, Pilih Mana???”

Di tahun 2011 ini juga telah keluar boyband baru yang menggemparkan dunia anak muda. Namanya SM*SH :Seven Man As Seven Heroes:. Banyak pro-kontra yang muncul setelah SM*SH memperkenalkan lagu pertama mereka yang berjudul I Heart You kepada masyarakat luas khususnya kaum remaja. Ada yang bilang mereka adalah plagiat band-band korea [SUJU-Super Junior] lah, homo lah, Cuma modal tampang doang lah, bahkan ada beberapa teman saya yang bilang SM*SH hanya terkenal diawal saja, nanti juga akan tenggelam seiring berjalannya waktu. Ada juga teman saya yang bilang mereka itu homo, Cuma 1 orang yang normal [entah siapa] dan yang lainnya, adalah pasangan kekasih [kejam! ><]. Ada juga salah satu teman saya yang merupakan Reseptor [eh, maksute Rezpector] sejati, namanya Rahmat!. Dia ini adalah ANTIS sejati juga [yang mau tidak mau harus disingkirkan oleh para SM*SHBlast J], yang begitu sangat amat terlalu alergi sama yang namanya SM*SH. Sering Ve dan Kei berdebat sama ini orang cuma karena masing-masing mempertahankan argumen masing-masing tentang para idola (aneh sih, bego juga. Ngapain coba kalian berdebat hanya untuk membela orang yang belum tentu mngenal kalian dan peduli sama kalian?).
Selama SM*SH dan lagunya booming, jarang banget kelas sunyi senyap, pasti selalu diisi dengan argumen melelahkan demi mempertahankan idola, termasuk para SB [singkatan dari SM*SHBlast] yang ada di kelas Ve [siapa lagi kalau bukan Ve (sendiri) dan Ika Kei]. Sekedar info, di kelas Ve itu terdapat banyak banget komunitas/fandom. Mulai dari SB, Cliquers, Vierrania, Massivers, pecinta Agnes Monica [saya nggak tau namanya apa], yang suka ben-ben Korea juga ada, kayak: SS501, Shinee, Suju [yang dibilang sebagai sumber ide SM*SH, ><’], Wonder Girls, de-el-el, ada juga yang tergila-gila banget sama JB [Justin Bieber, bukan JaBbar loh, kalo itu guru Bahasa saya], serta yang terakhir Rezpector [sebenernya masih banyak, cuman saya lupa, yah maklumlah berhubung karena kapasitas memori yang kurang “mencukupi”, ulang! Malas untuk dicukupi].
Saya dan Ve [emang apa bedanya?] adalah salah satu SB, yang sumpah! Tidak maniac tapi hanya mengidolakan serta senang liat orang-orangnya, haha. Dan kalau teman saya Ika itu, sebenarnya dia bukan SB, tapi dia suka SM*SH karena mungkin dia suka dengan dancenya dan salah satu personilnya, (@bismakharisma). Katanya Aa’ Bisma itu keren, jago dens dan jago nge-rap [Bondan apaan? Jagonya Cuma ngejilat mike doang kalo lagi nyanyi+nyinden! iiiyyy].  Plus karena si akang Bisma adalah mantan anak genk motor, jadinya yaa gitu deh [alay!]. kalau saya? saya suka @morganoey, senyumnya imut [emang ada ya senyum imut? Adain ajalah], tinggi, putih, body ideal, ciri-ciri anak metropolis banget dan keliatan elit [nggak culun kayak si mas-mas penjilat mike itu, maap!]. ya sutralah, jangan diperpanjang promosi ini, nanti semakin menambah musuh, takut saya punya musuh mak, nggak kepengen.


Nah balik lagi nih ke judul, “SM*SH vs Bondan & Fade2Black, Pilih Mana???”. Karena dijaman sekarang itu, para muda-mudi dihadapakan pada 2 pilihan [khusus yang 2 ini aja, loh]. Kaum cowok kebanyakan pilih Bondan&Fade2Black karena lagu-lagunya yang penuh dengan inspirasi dan ajakan untuk bangkit serta nggak membahas tentang cinta sedikit pun, sedangkan yang cewek udah kehipno sama tampang, suara, dan dance dari SM*SH yang juga membawakan lagu pake bahasa yang lepas, dan mengambil latar kejadian [soal asmara] sehari-hari kaum remaja. Emang sih nggak bisa dipungkiri kalo cowok di luar sana juga ada yang mengidolakan dan suka dengan SM*SH meskipun agak gengsi untuk mengatakan, karena udah ditindas dengan komunitas kaum ANTIS yang kebanyakan emang cowok, dan cewek-cewek juga ada yang tergila-gila banget sama Bondan [kalo ini mereka terang-terangan, katanya biar gaul, cih].
[Eitsz, ingat yah, disini saya nggak berpihak pada satu sisi saja, namun saya menempatkan diri saya sebagai orang netral yang nggak mengidolakan kedua-duanya. Ingat enggak mengidolakan kedua-duanya! Karena kita udah balik ke topik].
Balik lagi, kalo kita mau jujur nih ya, emang apa sih salahnya SM*SH??? [sekali lagi, saya bersikap netral sekarang]. Mereka juga kan orang biasa, mereka juga mau karya mereka diterima dengan baik di masyarakat luas, mereka juga sama dengan band-band lain [yang membedakan mungkin tahun keluaran dan tingkat ke-eksisan]. Kalau kalian bilang mereka adalah plagiat SuJu, coba deh perhatikan, mereka itu beda dengan suju, gayanya, cara bernyanyinya itu beda yaa walaupun memang ada yang sama tapi tidak dominan. Banyak kok artis-artis yang juga meniru gaya artis lain. Apa mungkin karena mereka meniru gaya artis luar?? Loh kita kan butuh kemajuan [yang positif], kita butuh hal baru, nuansa baru, kita nggak harus tenggelam di dalam “tong lama”, kita butuh dan harus berfikiran secara dunia, kita berfikiran layaknya orang-orang sukses di luar sana yang tidak terkekang dengan kegelapan, sekarang jaman sudah berubah kawan-kawan. So, came on, mulailah perubahan. Lagi pula SM*SH itu idolanya Trio Libels dan Agnes Monica, bukan artis Korea dan fanatik, meskipun tidak bisa di pungkiri kalau mereka agak mirip dengan penyanyi sana, hehe [halah makin nggak nyambung nih, makin ngawur juga].
Trus kalo ada yang bilang, kalo salah satu personil SM*SH cengeng dan masih anak-anak karena nangis akibat insiden celananya robek pas manggung, loh wajar aja kan? Dia emang masih anak-anak [remaja], dia juga seumuran dengan kita. Dan itu yang namanya gentle, berani! Berani mengambil resiko dengan cara nangis, mungkin kalo nangis beban [rasa malu]nya akan berkurang, bukannya sok jaim di depan orang-orang demi menjaga nama baik dan popularitas, pengennya nangis malah nggak jadi karna takut diejek, itu sih namanya nyiksa diri. Dia berani menunjukkan jati dirinya, berani mengungkapkan kesedihannya di hadapan fens-fensnya tanpa takut diketawain, dan itu yang dibilang gentle beneran. Banyak loh cowok yang ngakunya jentel padahal nyalinya ciut, pura-pura kuat, sok berwibawa tapi dalamnya lembek. Dan pasti seiring berjalannya waktu, “dia” yang masih anak-anak juga akan menjadi dewasa dan bersikap layaknya laki-laki dewasa gitu.

(sedikit info) sekarang itu SM*SH lagi gabung dengan salah satu stasiun TV swasta. Mereka bikin mini seri, judulnya 3C [Cinta Cenat-Cenut]. Ada yang bilang mini seri mereka ini rada-rada mirip film Korea :BBF (Boys Before Flowers):, yang ngambil tema sebuah grup boyband yang lagi naik daun, merupakan anak dari pengusaha besar ternama yaitu TORO GROUP dan jatuh cinta sama gadis miskin yang sekolah di sekolah mereka karena dapat beasiswa. Ya, gitu-gitu deeh, itu sedikit cerita dari mini seri SM*SH itu, dan kalo dibilang mereka niru BBF, loh BBF kan juga niru HANA YURI DANGO, serial komik dari Jepang itu, jadi sama ajalah. Dan ini adalah salah satu keberanian Indonesia membuat mini seri yang biaya nggak tanggung-tanggung.
Sekarang Bondan&Fade2Black, mereka juga nggak bisa dianggap remeh, mereka udah lama banget terkenalnya, lagu-lagunya udah banyak dan bagus-bagus. Mereka siap mengambil resiko juga dengan enggak membubuhkan bumbu tentang percintaan ke dalam lagu mereka, namun mereka menciptakan lagu yang penuh inspirasi, tanpa kehabisan kata-kata untuk membangkitkan semangat orang-orang yang “jatuh”. Lagu mereka banyak yang jadi backsound film atau sinetron, mereka manggung di mana-mana. Mereka juga sudah sukses dengan penjualan CD yang nggak bisa di bilang sedikit, [bahkan mungkin ini banyak banget, karena mengingat begitu banyaknya Rezpector di duniaku tersyang ini]. Mereka menggabungkan antara musik keroncong, pop, rock, heavy metal, cha-cha, jazz, lounge, ballads, renggae, ska, funk, rap dan masih banyak lagi dan itu bisa dibilang amazing. Karena susah banget di jaman sekarang ini kita nemuin band yang genre [kata si rezpector itu bukan genre dan Bondan NON GENRE, tapi au lah] musiknya kayak gitu [berhubung karena sekarang jamannya orang ciptain lagu yang lebay banget]. Jadi and so and so, by the by, by the by (ngikut istilah teman) kita nggak bisa mandang enteng band lain (di luar band idola kita). Karena belum tentu juga idola kita itu sempurna dan nggak ada kurangnya, bisa aja band lain punya kemampuan yang nggak di miliki oleh band idola kita itu, jadi, semua band itu intinya sama, tujuan mereka sama yaitu untuk menghibur kita, dan mereka nggak pernah berselisih paham satu sama lain, kayak fans-fansnya di luar sana.
Jadi sekarang mulai jugalah belajar untuk menghormati selera orang, nggak ego, nggak suka ngejelek-jelekin idola orang, coba pikir deh, apa jadinya dunia kalau para fandom berantem? Belum kelar masalah korupsi, dll yang bikin pusing negara, sekarang kita juga ribut-ribut dan saling berselisih paham, pasti idola kita juga nggak mau kan yang kayak gitu-gitu. dan mulailah saling menghargai satu-sama lain. Jadi, kalian pilih mana??? (halah).

0 komentar

Part VI

“Di Si-kolah-ni Ada Setan??? Hiiy ...”
      Entah kenapa, sepertinya minggu-minggu ini lagi populer acara keserupan dikalangan anak sekolah, setawan dan setanwati itu rame-rame masuk ke dalam tubuh anak-anak sekolah yang tak berdaya [mungkin setan-setan itu jatuh cinta sama kalian, mungkin nggak sih? Ah dongo]. Di sekolah Ve saja sudah banyak yang jadi korban, mulai dari anak kelas X sampai kelas XI [kenapa yang kelas 3 nggak ya? Apa mungkin karena faktor ketuaan? Jadi setan ogah masuk? Entahlah, hanya Tuhan dan setan saja yang tau, heh].
            Banyak teman dekat dan kakak kelas saya yang kena, ada yang marah-marah, pingsan, mukanya merah, ngomong nda jelas de-el-el. Entah apa yang mereka lakukan sampai-sampai para makhluk halus itu tertarik memasuki tubuh mereka, atau bahkan makhluk halus itu marah terhadap mereka? Wallahualam, kita nggak tau. Tapi setahu saya, jika ada yang kerasukan seperti itu, berarti mereka juga mengganggu ketenangan makhluk halus tersebut [jadi seri dong]. Apalagi, di sekolah Ve terkenal dengan berita angker dan ada penunggunya (semua sekolah Ve loh, dari SD-SMA, ckck), jadi kalau kita ada acara malam disekolah, diharapkan semua siswa/siswi membedakan dan menjaga sikapnya disiang hari dan malam hari. Kata Waketosku dulu, kalau siang kita boleh-boleh saja teriak-teriak sesuka hati, tapi kalau tiba malam hari, kita harus lebih menjaga sikap, dalam artian jaga suara, jaga bicara dan berusaha tenang serta senantiasa mengingat Allah SWT sebagai sang pencipta.
            Ya ada beberapa titik di sekolah Ve, yang memang dipercaya sebagai tempat tinggal sang makhluk halus dan harus betul-betul dijaga [dalam artian tidak boleh mengganggu dan memanfaatkan tempat itu macam-macam]. Pertama, dekat kelas Ve, ruangan yang sering dijadikan aula jika ada acara OSIS atau acara sekolah [selain mesjid loh]. Ruangan ini sering dijuluki oleh anak-anak STABILIZER sebagai basecamp. Jadi kalo kita mau masuk minimal baca do’a atau beri salam sama si“tuan rumah”, tempat ini juga sering dijadikan tempat nongkrong oleh anak-anak lain. Yang kedua, adalah gedung di belakang kelas Ve, [yang tepat berada di belakang kursinya Haris]. Jadi disitu ada bangunan bercat putih berbentuk persegi dan cukup tinggi. Saya tidak tahu digunakan sebagai apa bangunan itu, tapi kakak Ve pernah bilang mungkin dulu bangunan itu dijadikan sebagai tempat tampungan air.
Dan yang ketiga adalah jalanan dekat kelas XII IPA 1 dan 2 yang seperti lorong karena berseberangan dengan kelas XI IPA 1 dan 2 juga. Pokoknya hampir semua lorong yang ada di sekolah Ve, mempunyai “tuan rumah tersendiri” yang juga sering dijuluki dengan istilah “Terowongan Casablanca”. Dan itulah sebagian kisah mini horor, tapi yang terpenting adalah, selalu mengingat dan menyebut nama Allah SWT dimana pun kita berada.


0 komentar

Part V


“Jangan Panggil Aku Zule’”

Hahaha baru lihat judulnya saja saya sudah ngakak setengah mati. Yap ini adalah kisah salah satu sahabat saya :Dzul:. Entah mengapa anak-anak STABILIZER  memanggilnya dengan sebutan Zule (kenal Zule’ kan? Parah banget kalo nggak kenal). Mungkin karena namanya yang jika diplesetkan memang kenanya di zule’ dan tingkah lakunya yang sedikit mirip dengan pemeran di OVJ ini, [sedikit informasi, dia juga sering menyanyikan lagu Susis punya Zule’ bersama teman saya Dhany sambil maen gitar, ketahuan banget ngefensnya!]. karena panggilan itu sudah merasuk dalam jiwa masing-masing raga –halah apaan sih-, jadi setiap kita panggil Dzul, manggilnya malah Zule’, dan responnya .... MUSIMAN pemirsa, yaa tauk musiman kan? Kadang ditanggapin kadang juga enggak, mungkin dia tanggapin kalo udah ngerasa risih kali ya dengan “nama”nya itu, hmm. Kadang juga jadi orang paling pasrah sedunia, dipanggil Zule’ malah okok aja, manusia aneh. Suatu hari, di sekolah saat (lagi-lagi) nggak ada guru masuk, [gila nih kelas STABIL, banyak banget guru (yang kayaknya) alergi masuk di kelas ini, soalnya nggak belajar terus] Ve memanggil Dzul dengan “nama”nya yang biasa, dan responnya apa? Tahukah Anda? [sebenarnya belum bisa dibilang marah sih, karena Dzul ini orangnya jarang marah, maskipun dimarah-marahin, dudul ya, atau sabar? Nggak tau lah] dia berkata –dengan sedikit penekanan dan teriakan-: “siapa dibilang Zule’ ... dipanggil sama Ve, Zuleee’ ... kau dimana?” Ve –tanpa merasa bersalah, senyam senyum tak berdosa- : ”kau, sapa lagi?”, dengan agak cuek Dzul menjawab: “namaku bukan Zule’ dan jangan panggil saya Zule’”. Ow ow ow ... kalimat yang cukup halus namun bermakna sangat menakutkan hiiiyyy .... (alah lebay).
Setelah itu Ve sudah jarang memanggil Dzul dengan sebutan Zule’ (karena sudah janji sama yang bersangkutan), yang masih sering hanyalah sebagian anak-anak STABILIZER yang juga tidak merasa bersalah. Tapi, bukan Ve namanya kalau belum kapok dengan ancaman, teguran apalagi hanya ucapan semata (dasar gila, bego itu namanya dudul). Tapi setelah sebutan itu berlangsung lama, akhirnya berangsur-angsur menghilang karena Dzul juga sudah jarang menanggapi dengan serius. Dan akhirnya sebutan itu memang hilang tak berbekas dan sampai saat ini sudah tidak ada lagi makhluk langka yang memanggil Dzul dengan sebutan Zule’ (tapi nggak tau deh kalau ada “bakat-bakat” terpendam).


0 komentar

Part IV

“Richi Kenapa Nangis???”

Entah dalam rangka apa si Richi bisa nangis bombay siang itu, (saya juga sudah agak lupa, maklum ni leptop kelamaan dieram). Dia tiba-tiba keluar kelas nangis, dan setelahnya entah apa yang dia lakukan saya juga kurang mengerti (yang jelas tidak sampai bunuh diri, karena sampai detik ini dia okokok aja). Seisi kelas sedikit geger dengan kejadian ini, ada yang pro dan kontra dengan peristiwa ini. Kamu bagaimanaa?? Pro atau kontraa? Ahh dudul. Pihak pro bisa memaklumi dengan “kemungkinan” masalah yang dialami oleh Richi, sedangkan yang kontra? Ngapain dong? Ya jelas nggak setuju lah [namanya juga kontra, oon], secara kan Richi ini cowok, iya juga sih hahah malah ketawa sendiri, gila!.
Tapi untung saja dia nggak ngidam apa-apa (emang dia hamil???au ah gelap). Nangisnya cepat kelar dan tidak perlu merisaukan banyak orang untuk mengatasinya. Waa selamat untuk dewa/dewi fortuna yang telah menyelamatkan reputasi kelas STABIL, prok prok prok ... [lagi-lagi nggak nyambung, parah]. Setelah Richi nangis –sampai saat ini saya masih lupa gara-gara apa Richi menangis, huft ingatan yang payah- suasana kembali tenang, sebenarnya bukan tenang tapi, kembali ricuh mengingat kericuhan terhenti karena si Richi menangis, :O jadi ceritanya balas dendam? Ooo. Mmm mungkin cukup sampai disini cerita mengenai Richi, soalnya selain saya sudah agak lupa dengan kronologinya, kejadiannya sudah cukup lama dan karena ini juga just free story.
0 komentar

Part III

“Esoknya . . .”

Esoknya, pagi-pagi sekali (di saat Ve belum selesai “berdandan” uek), Ebiet telah datang dan berusaha dengan sekuat tenaga memanggil dengan sisa suara yang dimilikinya. Dia datang bersama salah seorang pelawak tersohor “Zule’” prok..prok..prok.. (mav Dzul . . .). setelah dirasa lama menunggu, akhirnya Ve keluar juga, pengerjaan bambu pun di laksanakan. Bambu sudah terpasang, tugas selanjutnya adalah memperbaiki tampilan spanduk yang masih dianggap kurang dan (huruf) belum sepenuhya menempel pada kain spanduk.
Para anak-anak telah berkumpul di rumah Ve, namun sebagian dari yang lainnya memilih berkumpul di sekolah untuk mendengar berita atau kabar mengenai “gerak jalan” yang akan dilaksanakan pada hari itu. Ternyata, kabar dari skullah mengatakan bahwa semua yang telah “diutus” untuk mengikuti gerak jalan berkumpul di sekolah untuk didaftar. Akhirnya setelah mendapat laporan dari lapangan, semua bergegas untuk segera berangkat ke sekolah, akan tetapi, karena persediaan kendaran terbatas maka  sisanya adalah Fitri dan “teteh” Lisa. Mereka pun pasrah menunggu hingga jemputan datang  menghampiri. Para anak-anak (termasuk Ve) berangkat bersama-sama ke sekolah, dan TERNYATAA ketika sampai di sekolah, tak ada yang “mendesak”  (huuu :P).
Kami pun berangkat bersama-sama ke lapangan, dengan JALAN KAKI (miskin bangeeet ...), -“teteh” Lisa dan Fitri kamana’ atuh???- ternyata, setelah sampai di sekolah tak satupun  makhluk langka  yang mengingat mereka berdua, dan hasilnya tinggallah mereka berdua kering kerontang di rumah Ve. (untung mereka punya inisiatif untuk menyusul rombongan ke lapangan). Setibanya di lapangan, dan ternyata lagi para anak-anak diperintahkan untuk bergerak jalan ria (padahal infonya, jalan santai malas dee).
Semua telah bersiap-siap untuk memulai acara (mulai dari seksi acara, panitia hingga “peserta”), bendera startpun mulai digerak-gerakkan ke atas, ke bawah, samping (kanan, kiri, entah ke samping apalagi mereka menggerak-gerakkan bendera tersebut). Tibalah giliran barisan para anak-anak STABIL untuk memulai “perjalanan”. Baru dilihat dari barisannya saja, sudah hancur (gimana mau dapat juara???), namun para penghuni STABIL cuek bebek abiis, mereka hanya berfikir –mau dapat juara terserah, tapi kalau dapat sukuur-, sepanjang jalanpun mereka tertawa, teriak-teriak (kayak tarzan) tanpa memperdulikan kegiatan apa yang sedang mereka ikuti.


0 komentar

Part II

“Acara Bikin Spanduk ala Anak STABILIZER”

Hari itu Pak Safar”uddin” mendatangi semua kelas X dan XI (untuk kelas XII, kasian banget nggak diajak-ajak haha mav ya kakak) satu-persatu untuk memberitahukan bahwa akan dilaksanakan jalan santai pada hari kamis, kami pun disuruh membuat spanduk untuk memeriahkan gerak jalan tersebut. Awalnya kami para penghuni stabil berunding dimana kegiatan “buat spanduk” tersebut akan dilaksanakan, ada beberapa usulan yaitu di rumah Syam, Idha dan yang terakhir di rumah Ve (sekedar berita, orang yang mengusulkan hal tersebut, menyertai alasannya dengan konkrit mengapa mereka memilih rumah para kandidat yang telah disebutkan namanya di atas). Akhirnya kesepakatn akhir disetujuilah, kegiatan pembuatan spanduk akan dilaksanakan di rumah Ve. Dan teman-temanpun sepakat untuk memulai kegiatannya pada pukul 15:30. Tepat (sebenarnya banyak yang telat hehe) pada jam yang ditentukan para “manusia langka” tersebut  pun datang satu-persatu dengan berbagai stylenya masing-masing. Ada yang pake kerudung (yehey kerudungnyamii), ada juga yang tidak, ada pake celana panjang, celana puntung (untung tidak ada setan kepala puntung, eh salah maksudnya buntung mas J), ada yang pake rok (pop,dangdut, RnB, de-es-be), ada yang pake baju gelap, terang, warna-warni –pelangi kalee-, dan yang terakhir si “tuan rumah” sendiri pakai apakah diaa . . . eng .. ing .. eng .. eengg .. BAJU TIDUR (haha, kentara banget orang nggak mampu). Kembali ke masalah spanduk, karena yang datang masih belum terlalu banyak maka kami belum memulai kegiatan dan sambil menunggu “kepala suku” datang (Idha) makhluk langka yang belum pernah datang sedikitpun ke rumah Ve “menyempatkan” diri untuk berkeliling di sekitar rumah yang menurut sang empunya rumah sendiri mempunyai nilai sejarah yang (bla bla bla). Namun ada pun yang tinggal hanya duduk saja menunggu datangnya hidayah seperti Syam, Acha, Sakti dan Ika kei (tapi lebih sering dipanggil ika sua’).
Setelah semuanya telah datang, termasuk kepala suku maka kegiatan pun dimulai. Any dan Pety ditugaskan untuk pergi membeli kain spanduk di ... PASAR SENTRAL (pasar yang paling populer di kota Ve), dan sisanya ditugaskan untuk menggunting huruf-huruf yang telah dibuat, akhirnya setelah beberapa lama Any dan Pety pun datang membawa “belanjaan” mereka. Ternyata, spanduk yang di beli berwarna merah, lalu di putuskan juga warna tulisan yang dipakai adalah gold, Idha menugaskan dua anak cowok untuk membeli kertas marmer di toko terdekat (berhubung penulis lupa siapa saja yang ditugaskan untuk pergi membeli kertas marmer warna gold, jadi namanya tidak dituliskan, maaf yaa J).
Perlengkapan beres, alat dan bahan ada, tenaga kerja lengkap, tempat memadai, konsumsi ditanggung, jumlah tenaga tak terbatas, maka kegiatan pun berjalan sangat lancar, berhubung pada bagian atas telah disebutkan “konsumsi ditanggung” maka, kegiatan baru berjalan sepersekian detik atau menit, hidangan telah kosong melompong “diserbu” oleh para demonstran yang kelaparan, hahay :D.

Bahkan ada yang tidak dapat (maaf bagi yang tidak dapat, karena persediaan terbatas meskipun itu ditanggung hehe). Kegiatan pun berlanjut hingga malam hari (bahkan tengah malam), di tengah lampu remang-remang para anak-anak STABILIZER berjuang dengan semangat 45’ untuk menyelesaikan tugas yang sungguh membebankan (karena esok harinya akan dilaksanakan ulangan harian yang meliputi dua gelombang, lalu ada peer yang “perintahnya” tak tanggung-tanggung, wawancara orang sukses boo, tapi berhubung semua memegang teguh kebersamaan dan kekompakan maka cara amannya adalah tidak belajar dan tidak mengerjakan peer sama sekali, kami pun mempunyai motto –sumber: Muh.Haris- yaitu semua tidak kerja pr, maka semuanya harus dihukum, enak banget buat yang ngomong, 100 daah, tarik mang.
Waktu telah menunjukkan pukul 20.00 WITA, perut pun sudah pada keroncongan dan tenaga kerjapun telah gugur satupersatu akibat dicari oleh orang tua masing-masing. Lalu, salah satu teman Ve yang agak gokil yaitu Dhani mempunyai ide, dia meminta para anak STABILIZER yang masih tersisa agar mengumpulkan uang sebesar Rp 1.000,- entah untuk membeli apa, setelah semua uang terkumpul, diapun melesatkan motor bebeknya menuju tempat yang dimaksud “penjual gorengan”, setelah kembali dengan sekantong gorengan, para “makhluk langka” itupun langsung menyerbu gorengan yang dibeli tadi (maklum demonstran kelaparan) dan dengan sekejap gorengan habis tak tersisa. Semangat kembali membara, sambil bercerita, ketawa-ketiwi, bermain atau bahkan foto-foto (dasar gifoo ...) para anak-anak stabil melanjutkan pekerjaannya kembali yang tadi tertunda karena pembagian harta gorengan. Setelah cukup lama bekerja, penyakit akut kembali menerjang, perut para STABILIZER kembali keroncongan (yang punya rumah tidak tanggung jawab nih, dasar pelit!!!), lalu kembali dilakukan pemungutan biaya untuk membeli gorengan yang lebih banyak. Setelah kembali, Ve cs kembali menyerbu gorengan yang dibeli oleh Dhani –kali ini bersama Ebiet- dengan kejapan mata, gorengan kembali ludes, para “makhluk langka” telah kehabisan dana, akhirnya mereka kembali bekerja, demi menghilangkan rasa lapar merekapun mengisinya dengan bercanda dan tertawa bersama-sama.
Setelah lama berjuang spandukpun selesai. Spanduk dengan tulisan “GERAK JALAN HARI JADI SUL-SEL DAN DISIPLIN TERTIB LALU LINTAS” yang berlatar merah dan bertuliskan dengan warna keemasan (Keren banget :D). Tahap akhir adalah pemasangan bambu pada kedua sisi spanduk. Dan, karena setiap pekerjaan harus diserahkan pada ahlinya maka, pemasangan bambu pada spanduk harus diserahkan pada orang yang telah berpengalaman yaitu Ebiet “G.Ade” prok..prok..prok...
Semuanya telah selesai, dan semuanya telah bersiap-siap untuk pulang (untuk Idha, Nanda, “teteh” Lisa, Unhi, dan semuanya makasih sudah beresin rumah Ve). Tapi, dimulailah babak “petualangan” ke dunia lain. Sang kepala suku mulai bercerita “eh... tahu tidak, dekat rumahnya Haris itu, ada yang sudah gantung diri loh”. Yang tadinya “sibuk” tertawa jadi terdiam. Namun Nanda tidak percaya, “ah, masa sih Idha??? Perasaan tidak ada”, “serius!!!” timpal Idha.

Nanda pun menanyai Haris (sekedar berita: mereka berdua saudara sepupuan), “Haris, benar yang dibilang Idha??? Tidak kan???” “tidak” jawab haris singkat dari seberang sono. Berawal dari cerita itu, lalu muncullah cerita-cerita horor yang lain dalam berbagai versi. Para anak-anak mulai takut pulang sendiri. Ada yang menelpon ayahnya untuk datang menjemput di rumah Ve agar dia tidak pulang sendiri (padahal bawa kendaraan sendiri loh), ada yang langsung menelpon ke rumahnya agar langsung dibukakan pintu pagarnya (ceritanya kalau pulang langsung masuk halaman rumah jadi, tidak berhenti untuk buka pagar dulu, jadi yang tutup pagarnya siapa???), lalu ada Sakti yang rumahnya searah dengan Nanda cieee ... prikitew, juga pengen nebeng di belakang motor papanya Nanda (ketahuan banget takutnya), bahkan Zul’e’ bilang “aduh, jangan cerita yang horor-horor dong, kalau begini mending saya bermalam saja dirumah Ve” (anak cowok masa takut sama cerita horor??? Huuuu :P). Apalagi didekat rumahnya Zul’e’ ada sepasang kekasih yang baru saja meninggal karena kecelakaan, (kepalanya hancur, jari-jarinya hampir putus, hiiy lebay nih). Setelah sekian lama mereka bergelut dengan “dunia seremnya”, ternyata telah memakan banyak korban, mereka takut pulang sendiri apalagi rata-rata naik motor dan ditambah lagi suasana rumah Ve yang mendukung (gelap gulita di bagian samping). Nanda pun menyarankan “fren, kalau naik motor malam-malam jangan coba-coba melihat ke belakang menggunakan kaca spion” dan hasilnya saran diterima dengan tangan terbuka. Suasana pun reda, tapi lama-kelamaan Yudhi mulai menceritakan lagi cerita horor, kali ini dengan mimik wajah yang serius dan sok seru, dan langsung tanpa diperintah semua anak-anak mempelototi dan meneriaki Yudhi agar dia menghentikan cerita seramnya. Ve berkata “Yudhi kalau mau cerita serem, mending besok pagi saja” (yaiyalah, kalau pagi mah nda’ papa atuh, wong orang-orang nggak pada ngerasain sensasinya, cieelah sensasi).
Akhirnya, tugas terselasaikan, masalah setan pun terselesaikan. Dan karena hari sudah sangat malam, maka pemasangan bambu pada (kedua sisi) spanduk ditunda. Dan akan dilanjutkan besok pagi oleh penyanyi kondang Ebiet “G.Ade” J, (nyanyi? Nggak lah).
                                                                                                                                                                                                                                  

0 komentar

Part I

 “Drama Uhuuyy . . .”

Pagi itu (di skulah), para anak-anak STABILIZER satu-persatu bermunculan dari rumah masing-masing. Mereka sibuk memperbincangkan sesuatu entah itu apa. Sesaat kemudian Ve memasuki ruang kelas, dia baru saja datang dan langsung ikut nimbrung di antara para manusia-manusia langka tersebut ternyata, yang mereka perbincangkan adalah persiapan drama yang akan di lakukan pada jam terakhir. Saat mendengar hal itu tiba-tiba timbullah sebuah pemikiran yang mungkin agak lazim digunakan oleh orang-orang yang ingin menjahili temannya, diotak Ve (hal ini nanti akan diketahui, jika orang yang membaca mempunyai nalar yang tinggi dan cepat tanggap). Dengan santainya Ve pun meninggalkan kerumunan tersebut lalu bergabung dengan Iwhe’ dan Uni, mereka bercerita mengenai kejadian waktu senin sore, awalnya Unhi yang memulai saat dia mengirimkan Ve sebuah pesan singkat yang berisi: “Ve, ternyata si Leo orangnya nakal, suka marah-marah, nanti besok baru ku ceritakan”
Lalu dimulailah cerita anak cewek.
Mereka bertigapun mulai berbincang tentang makhluk yang bernama “Leo” itu, hasilnya ternyata saat latihan paskib Iwhe’ kena tegur sama “sang kakak senior” dan ada satu kata-kata yang paling bikin Iwhe’ jengkel dengan teguran yang dilontarkannya yaitu: “dek, tidak usah melirik-lirik dan tidak usah lihat-lihat saya, saya tidak suka di lihat-lihat” Iwhe’ pun berpikir “yee. . . siapa juga yang lihat-lihat kamu” itulah sepenggal cerita seru diperbincangkan pada pagi hari. Dan itu pulalah yang membuat iwhe’ sampai sekarang dendam dengan “sang kakak senior” itu, tapi parahnya, malah Vee yang di paksa-paksa untuk membenci Leo padahal . . . (MAAF CERITA DIPOTONG, KARENA INI PRIBADI SANG TOKOH UTAMA).
Kembali lagi ke masalah drama, Unhi dan Pety sibuk memikirkan bagaimana penampilan kelompok mereka nanti (tapi tidak dengan Ifa, Yudhi, Haris, Tara, Vivi dan yang utama Ve) mereka semua memasang tampang cuek bebek.  Unhi sibuk mondar-mandir, dia bertanya pada Ve, “Ve, bagaimana ini??? Sedangkan kelompok kita belum latihan, kemarin kita mau latihan di rumah kamu, kamu malah tidak mau” Ve hanya menjawab dengan santai (otak jailpun beraksi) “tidak tahu itu bukan urusanku lagi, terserah pada mereka saya tidak mau urusi mereka lagi, capek. Apalagi sekarang properti drama pun saya lupa”, Unhi hanya bisa menarik nafas panjang.
Pelajaran demi pelajaranpun telah dilalui, dan sekarang waktunya semuanya beraksi di depan kelas. Karena minggu lalu 2 kelompok telah menampilkan drama mereka, maka sekarang tinggal 2 kelompok lagi (semuanya 4 kelompok) yaitu kelompok Idha dan kelompok Ve. Yang pertama ditunjuk pada saat itu adalah kelompok drama Ve, Pak Amran mempersilahkan untuk melakukan geladi bersih terlebih dahulu, mereka ber-8 pun menuju “basecamp” untuk latihan. Setelah dirasa cukup semuanya pun bersiap-siap. 
Judul dari drama kelompok Vee adalah “BBB di KERAJAAN KACANG ATOM”, para pemerannya adalah: Haris sebagai Pando, Tara sebagai Bundo, Ifa sebagai Bu Bawang, Ve sebagai Wati, Pety sebagai Warah, Unhi sebagai Babom, Yudhi sebagai Pangeran Atom, Vivi sebagai Dalang dan Rentenir.
Drama Ve tersebut menceritakan tentang (gabungan antara cerita bawang merah bawang putih dengan cinderella), sebuah keluarga kecil yang hidup bahagia di sebuah desa kecil di Pinrang yang mempunyai seorang anak gadis bernama Wati (Ve), akan tetapi sang ayah (Haris) merasa tidak puas dengan hidupnya di desa. Maka, dia berencana untuk pergi berdagang di kota sambil (... cari istri baru ...). maka Pando pun meminta izin kepada istrinya Bundo (Tara) untuk pergi merantau ke kota. Awalnya, Bundo tidak setuju dengan hal itu akan tetapi setelah dibujuk oleh Pando maka Bundo pun akhirnya setuju. Setelah 2 tahun di kota, Pandopun telah mendapatkan istri baru –seorang janda- yang bernama Bu Bawang (Ifa) dan memiliki dua anak gadis Warah dan Babom (Pety dan Unhi) . . . . . . . . . . . . . . . .  selanjutnya di akhir cerita muncullah Pangeran Atom (Yudhi) dia sebenarnya adalah saudara kandung dari Wati, yang dulu hilang dan ditemukan oleh Raja Atom, dan cerita selanjutnya silahkan kalian saksikan sendiri.
Setelah kelompok drama Ve yang tampil, kini giliran kelompok drama Idha, judulnya “F4 MENCURI MIE AYAM” ceritanya cukup seru tapi (sorry-sorry jek) terlalu banyak bercanda dan bisa di bilang kurang serius (padahal yang dicari yang serius loh), tapi sumpah dari semua kelompok yang sudah tampil, tidak ada yang hasil dramanya jelek, Ve pun memuji semua usaha teman-temannya yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik. Begitu pun dengan teman-teman sekelompoknya dalam hati Ve berkata “hebat teman-teman, walaupun saat latihan kadang kalian malas-malas, tidak cepat respon, datang telat (termasuk Haris yang rumahnya paling dekat dengan rumah Ve dan paling malas hapal naskah) tapi saat tampil usaha kalian semua patut dapat acungan jempol, saluuuuut dengan semuanyaaaaa, hebat . . . hebat . . . hebat . . . yey! J
Setelah drama Pak Amran (guru seni budaya) berencana untuk membuat video drama para anak-anak stabil untuk diabadikan dan “nobar” saat pameran nanti, katanya. Kami pun mulai mendiskusikan tempat apa yang akan dijadikan lokasi shooting nanti, cieela hehey syuting boo. Serta pakaian dan yang takkan pernah terlupakan adalah dana yang akan dikumpulkan untuk membiayai pelaksanaan “shooting” tersebut. Dan hasilnya shooting sukses besar dan itu merupakan penampilan perdana kami, yeay :D
0 komentar

STABIL ALWAYS IN MY HEART :)

BAGI YANG MERASA DIRINYA PENGHUNI “STABIL” WAJIB BACA CERITA INI, KALAU NGGAK KALIAN NGGAK DIAKUI SEBAGAI “STABILIZER” !!! J











Kisah Anak-Anak STABIL
(persatuan, persaudaraan, kekompakan, canda, tawa, suka, duka tercipta disini)

PARA TOKOH-TOKOH

Vee, 15 Tahun
Sang tokoh utama dan sekaligus penggagas ide untuk cerita ini, cewek yang dikenal oleh teman-temannya dengan sebutan “Echy” ini, mempunyai darah blasteran. Punya ciri khas “chocochip” di bagian atas bibir sebelah kanan, serta begitu cerewet, agak childish, sedikit galak, tapi ramah, baik hati, lucu, dan imut. Dan suka banget baca buku, dengar musik sama begitu mencintai dunia photografy.
Thary (Tara), 15 Tahun
Merupakan bestpartner dari Ve, yang kadang mempunyai pemikiran yang sama serta selera yang sama. Tapi kadang juga beda prinsip satu sama lain. Cewek yang jika dilihat luarnya begitu feminin tapi dalamnya tomboy ini, menyukai warna-warna EMO, serta mempunyai ciri khas berbicara ala orang yang sedang berdiskusi atau sedang berada di acara-acara formal. Cewek ini juga kadang-kadang agak sedikit “lebay” jika melihat atau melakukan sesuatu yang asing dan jarang dilakukan olehnya.
Ika “Kei”, 15 Tahun
Adalah salah satu bestfriend dari Ve dan Tara, cewek alim dan “agak” pendiam ini sebelumnya telah mengenal baik Ve sejak es-em-pe (dulu mereka mempunyai besfren yang sama yaitu Dannice -baca: denis-). Cewek yang satu ini dari dulu telah dikenal sebagai “master of English leanguage” jadi tak salah kalau setiap pelajaran bahasa Inggris, Ika selalu mendapat orderan, apalagi kalau musim ujian. 
Mitha (Iwhe’), 15 Tahun
Cewek bertubuh agak tambun ini, sering dijadikan Ve sebagai “pacar” (pasangan carita), atau bahkan curhat habis-habisan tentang masalah yang dihadapi Ve. Cewek yang satu ini orangnya seru dan asyik, tanpa kehadiran Iwhe’ kadang Ve merasa ada yang kurang. Ahli dalam berbagai pelajaran khususnya kimia, akan tetapi sangat membenci seorang “Leo” (sapakah Leo itu???).
Ifa, 15 Tahun
Seorang ranking 1 umum yang multitalent. Mempunyai kulit coklat manis dan mata agak sipit. Serta mempunyai “fans” rahasia. Cewek yang satu ini sangat mengidolakan aktor Randy Septino (sampai namanya pun diikutkan di belakang nama Ifa). Tapi begitu agak pendiam dan hanya berbicara jika dirasa itu penting.
Acha, 15 Tahun
Cowok yang mengaku dan diakui oleh Ve sebagai saudaranya namun beda bapak, lain ibu. Mempunyai begitu banyak fans cewek seantero sekolah (sampai kakak kelas). Cowok yang satu ini jika dilihat memang agak pendiam, tapi, begitu aslinya keluar, anggapan “pendiam” pun sirna.
Ellu’, 15 Tahun
Cowok yang satu ini adalah teman dekat dari Acha, yang merasa kalau namanya hanya satu-satunya di dunia dan mempunyai arti yaitu “yang terbaik”. Merupakan penyandang ranking 1 umum di sekolahnya dulu, serta pengikut berbagai olimpiade matematika. Cowok yang satu ini mempunyai ciri khas yaitu, selalu memakai kemeja kemanapun dia pergi.
Ebiet, 15 Tahun
Cowok yang namanya mirip penyanyi legendaris “Ebiet.G.Ade” ini mempunyai ciri khas bersuara keras bak tarzan (apalagi kalau ketawa). Mempunyai pribadi yang gokil, santai, pede, dan cuek dalam segala kesempatan bahkan dalam pelajaran sekali pun.
Richi, 15 Tahun
Salah satu cowok yang mendapat judul khusus dalam cerita ini. Merupakan “kakak kembar 1 bulan” Ve, karena tanggal lahirnya sama dengan Ve (hanya bulannya yang “dia” lebih tua). Cowok yang satu ini “hanya” ahli dalam bidang matematika, serta mempunyai ciri khas mata sipit, serta tubuh bongsor.
Sakti, 15 Tahun
Cowok yang satu ini mempunyai sifat misterius dan susah ditebak. Merupakan salah satu dalam daftar cowok yang dicari oleh para cewek-cewek. Mantan “ketos” yang bijaksana dan aktif dalam segala hal. Serta ahli dalam pelajaran apapun ini juga menerapkan motto yang juga berlaku bagi Ifa yaitu “berbicaralah jika itu penting”.
Zul, 15 Tahun
Cowok yang namanya ada didalam Asmaul Husna ini merupakan salah satu dari sahabat Ve. Cowok yang satu ini mengaku dirinya begitu mirip dengan Justin Bieber (padahal bedanya antara surga dan neraka). Ciri khas yang menonjol dari cowok ini yaitu ada dalam cara ketawanya yang sedikit mirip “kakek lampir”. Ahli dalam bidang ipa dan bahasa Inggris, serta mahir dalam bermain gitar. Begitu baik, lucu, gokil, sedikit agak ongol-ongol, seru dan jauh dari sifat pemarah.
Rimba, 14 Tahun
Cowok berkulit hitam manis yang satu ini juga sudah kenal baik dengan Ve sejak jaman SMP dulu. Begitu baik dan agak sedikit narsis. Cowok yang satu ini bisa dibilang mempunyai kepribadian ganda, karena beberapa saat yang lalu ceria tapi, beberapa saat kemudian “ngambek” dan manyun ala donal bebek. Juga mempunyai “ruang” lebih banyak di dunia cewek (maap).
Syam”sir”, 16 Tahun
Cowok imut , lucu, dan menggemaskan ini akan berubah menjadi seekor singa lapar jika telah berada (duduk maupun berdiri) di dalam forum diskusi. Begitu garang dan sadis jika telah berhadapan dengan yang namanya “diskusi”. Namun, sisi baik dari cowok ini adalah sifatnya yang begitu friendly dan mudah bergaul dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Serta mempunyai prinsip “tidak gampang dikendalikan oleh orang lain”
Vivi, 15 Tahun
cewek yang satu ini merupakan ordinary girl yang mempunyai begitu banyak daya tarik yang bisa membuat semua orang yang mengenalnya menempel layaknya perangko pada amplop surat. Mempunyai sifat diam akan tetapi begitu berbicara akan mengguncangkan seluruh isi dunia dengan argumennya yang begitu masuk akal.
Wiwi, 15 Tahun
Cewek lucu yang satu ini patut menyandang gelar “kecil-kecil cabe rawit”. Karena walaupun bodynya kecil tapi semangat, dan energynya begitu luar biasa besar. Selalu membuat suasana menjadi ceria dan tiada hari tanpa tertawa bersama jika ada Wiwi. Merupakan anak gehol di kota tercintanya dan disukai oleh banyak orang yang mngenalnya.
Sherly, 15 Tahun
Cewek yang satu ini mempunyai kepribadian yang tegas dan bijaksana (bijaksini). Merupakan calon-calon pemimpin dan bisa diandalkan untuk berbagai masalah dan situasi. Cewek sederhana yang memegang teguh pendiriannya ini adalah orang yang asyik diajak ngobrol dan berbincang-bincang. Namun sedikit agak “sering” menjadi seorang yang kurang bisa mengendalikan suasana.
Nanda, 15 tahun
Cewek yang satu ini adalah type cewek yang agak childish namun tidak suka neko-neko. Merupakan anak pertama entah dari berapa bersaudara. Sering dibilang mirip dengan Ve karena sama-sama mempunyai “chocochip” di bibir kiri atasnya. Ciri lain dari cewek ini adalah berada di cara berbicaranya yang agak sedikit lamban. Namun, dia juga merupakan type cewek yang dicari-cari oleh para cowok-cowok. 
Unhi, 15 Tahun
Cewek gokil yang satu ini adalah cewek yang pintar membaca suasana hati teman-temannya. Juga sama halnya dengan Wiwi, cewek yang satu ini adalah ahlinya dalam menghibur dan membuat orang di sekitarnya ngakak.
Septy (Pety), 15 Tahun
Cewek yang satu ini mempunyai sifat ceria dan jarang banget nangis. Tapi, kalau lagi serius mukanya kadang-kadang berubah jadi angker dan seram banget. Cewek yang satu ini masuk dalam kategori smart girl  karena langganan ranking 1 umum di sekolahnya dulu.
Ani, 15 Tahun
Cewek photoholic  dan hobi banget edit-edit foto ini adalah cewek yang asyik diajak bercanda, ketawanya lepas (jadi seru). Salah satu teman SDnya Ve, yang nggak bakal dilupa sampe mati. Cewek ini suka benget sama yang namanya spongebob jadi nggak heran kalo bajunya banyak yang bergambar spongebob.
Sry (Hany), 15 Tahun
Cewek berbody tipis ini jagonya petik senar gitar, suka musik dan sangat ahli dalam bidang seni. Juga merupakan teman SD Ve yang juga merupakan sahabat dan keluarga tercintanya. Berkepribadian halus, lembut , sabar, riang dan gembira tralala ... trililil ... trululu ....
Rahmat, 15 Tahun
Merupakan rezpector dan mengidolakan Bondan Prakoso (banget). Cowok gokil yang kadang sedikit “fiktor” ini pintar banget mencairkan suasana dengan joke-joke yang mengocok perut para “pendengarnya”. Ciri khas cowok yang satu ini tinggi kurus (berbody cekung), kulit hitam manis, dan sedikit murah senyum serta agak cuek (kalo lagi musimnya), trus ciri khas yang lainnya adalah pintar banget meniru gaya orang lain khususnya sang pengos “sok cool”.
Idha, 15 Tahun
Sang kepala suku yang bermental pemimpin banget. Berkepribadian bijak, sederhana, dermawan, baik hati, dan rajin menabung J. Mempunyai ciri khas disenyumannya yang manis banget serta memberi kebebasan pada “anggota”nya tapi sekali bicara pasti didengar dan orang pasti patuh dengan perintahnya itu.
Fitry, 15 Tahun
Cewek yang setengah tomboy dan cerewet banget ini merupakan salah satu cewek yang bersifat agresif. Tapi jago dalam pelajaran bidang fisika. Merupakan cewek gehol di kampungnya sendiri, serta pintar bergaul di mana dan kapan saja.
Cindy, 15 Tahun
Cewek keturunan Tionghoa ini sedikit agak “sayko” tapi bisa seru banget diajak bercanda. Sedikit cerewet, hobinya edit-edit foto bareng Any, trus sifat gifonya yang nggak bisa dihilangin. Tapi orangnya cukup friendly dan gampang menyesuaikan diri di lingkungan barunya.
Dinda, 15 Tahun
Cewek yang satu ini adalah jebolan dari pesantren yang cukup ternama disebuah kota besar yang bernama “Makassar”. Tapi sifat dan sikapnya duilee beda jauh banget sama sikap anak-anak pesantren yang identik dengan sifat kalem dan berjilbab serta agak anti sama yang namanya cowok. Cewek yang satu ini bisa dibilang cewek gehol karena baru pertama masuk sekolah aja temannya udah bejibun, eksiss boo... sisi baik dari cewek ini adalah sifatnya yang ramah dan nggak sombong. Pokoknya T.O.P.B.G.T daah.
Yudhi, 16 Tahun
Cowok yang “cool” satu ini merupakan atlet tenis lapangan yang udah profesional banget. Udah banyak memenangkan pertandingan tenis lapangan, dan itu yang membuat cowok yang satu ini mempunyai banyak pengalaman menarik di tengah lapangan. Sering dijuluki “anak gagah” oleh teman-teman satu kelasnya, dan juga sifatnya yang kadang jadi sok imut-imut banget.
Haris/Aris, 15 Tahun
Cowok berbody tinggi yang satu ini adalah penggemar berat grup sepakbola Inter Milan. Serta begitu sangat amat mengidolakan pesepakbola Ibrahim Movic, bahkan sempat menempelkan kata “movic” di belakang namanya. Cowok ini punya kepribadian yang lucu nan gokil, pintar banget bikin plesetan-plesetan lucu yang bisa bikin orang yang dengar jadi ngakak. Tapi kadang cowok yang satu ini juga jadi pendiam dan kalem banget untuk ukuran cowok. Tapi secara garis besarnya cowok ini enak banget diajak bercanda dan seru-seruan bareng.
Husnul (Nunu), 15 Tahun
Cewek yang satu ini punya ciri khas dari cara bicaranya yang agak sedikit cadel dan agak unik dipengucapan huruf “R”. Sedikit agak pendiam dan jarang banget gabung di kelompok cowok. Tapi bisa seru banget diajak ngobrol apalagi curhat. Cewek yang satu ini punya sahabat yang dibilang dekat banget nggak di bilang jauh-jauh amat juga nggak. Tapi intinya cewek yang satu ini seru abis.
Fira, 15 Tahun
Nah ini dia nih cewek yang jadi sahabat “dekat nggak dekat”nya Husnul. Cewek yang satu ini sedikit diam (juga) dan punya banyak banget tips dan trik tentang berbagai masalah yang dihadapi oleh teman-temannya. Cewek yang satu ini juga sering ngajakin Ve pulang bareng karena emang kenal dari es-em-pe.

BERSAMBUNG ....
 
;